Welcome In My World

Menerima Masukkan dan segala Kritik Dari Pembaca ..

Rabu, 31 Oktober 2012

Pengertian Hipotesis


HipotesisHipotesis atau hipotesa adalah jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat praduga karena masih harus dibuktikan kebenarannya. Hipotesis ilmiah mencoba mengutarakan jawaban sementara terhadap masalah yang kan diteliti. Hipotesis menjadi teruji apabila semua gejala yang timbul tidak bertentangan dengan hipotesis tersebut. Dalam upaya pembuktian hipotesis,peneliti dapat saja dengan sengaja menimbulkan atau menciptakan suatu gejala. Kesengajaan ini disebut percobaan atau eksperimen. Hipotesis yang telah terujikebenarannya disebut teori.Contoh:Apabila terlihat awan hitam dan langit menjadi pekat, maka seseorang dapat saja menyimpulkan (menduga-duga) berdasarkan pengalamannya bahwa (karena langit mendung, maka...) sebentar lagi hujan akan turun. Apabila ternyata beberapa saat kemudia hujan benar turun, maka dugaan terbuktibenar. Secara ilmiah, dugaan ini disebut hipotesis. Namun apabila ternyata tidak turun hujan, maka hipotesisnya dinyatakan keliru.Hipotesis berasal dari bahasa Yunani: hypo = di bawah;thesis = pendirian, pendapat yang ditegakkan, kepastian.Artinya, hipotesa merupakan sebuah istilah ilmiah yang digunakan dalam rangka kegiatan ilmiah yang mengikuti kaidah-kaidah berfikir biasa, secara sadarteliti, dan terarah. Dalam penggunaannya sehari-hari hipotesa ini sering juga disebut dengan hipotesis, tidak ada perbedaan makna di dalamnya.Ketika berfikir untuk sehari-hari, orang sering menyebut hipotesis sebagai sebuah anggapan, perkiraan, dugaan, dan sebagainya. Hipotesis juga berarti sebuah pernyataan atau proposisi yang mengatakan bahwa di antara sejumlah fakta ada hubungan tertentu. Proposisi inilah yang akan membentuk proses terbentuknya sebuah hipotesis di dalam penelitian, salah satu di antaranya, yaitupenelitian sosial. Proses pembentukan hipotesis merupakan sebuah proses penalaran, yang melalui tahap-tahap tertentu. Hal demikian juga terjadi dalam pembuatan hipotesis ilmiah, yang dilakukan dengan sadar, teliti, dan terarah. Sehingga, dapat dikatakan bahwa sebuah Hipotesis merupakan satu tipe proposisi yang langsung dapat diuji.KegunaanHipotesis merupakan elemen penting dalam penelitian ilmiah, khususnya penelitian kuantitatif.Terdapat tiga alasan utama yang mendukung pandangan ini, di antaranya:Hipotesis dapat dikatakan sebagai piranti kerja teori. Hipotesis ini dapat dilihat dari teori yang digunakan untuk menjelaskan permasalahan yang akan diteliti. Misalnya, sebab dan akibat dari konflik dapat dijelaskan melalui teori mengenai konflik.Hipotesis dapat diuji dan ditunjukkan kemungkinan benar atau tidak benar atau di falsifikasi.Hipotesis adalah alat yang besar dayanya untuk memajukan pengetahuan karena membuat ilmuwan dapat keluar dari dirinya sendiri. Artinya, hipotesis disusun dan diuji untuk menunjukkan benar atau salahnya dengan cara terbebas dari nilai dan pendapat peneliti yang menyusun dan mengujinya.Hipotesis dalam penelitianWalaupun hipotesis penting sebagai arah dan pedoman kerja dalam penelitian, tidak semua penelitian mutlak harus memiliki hipotesis. Penggunaan hipotesis dalam suatu penelitian didasarkan pada masalah atau tujuan penelitian. Dalam masalah atau tujuan penelitian tampak apakah penelitian menggunakan hipotesis atau tidak.Contohnya yaitu Penelitian eksplorasi yang tujuannya untuk menggali dan mengumpulkan sebanyak mungkin data atau informasi tidak menggunakan hipotesis. Hal ini sama denganpenelitian deskriptif, ada yang berpendapat tidak menggunakan hipotesis sebab hanya membuat deskripsi atau mengukur secara cermat tentang fenomena yang diteliti, tetapi ada juga yang menganggap penelitian deskriptif dapat menggunakan hipotesis.Sedangkan, dalam penelitian penjelasan yang bertujuan menjelaskan hubungan antar-variabel adalah keharusan untuk menggunakan hipotesis.Fungsi penting hipotesis di dalam penelitian, yaitu:Untuk menguji teori,·         Mendorong munculnya teori,
·         Menerangkan fenomena sosial,
·         Sebagai pedoman untuk mengarahkan penelitian,
·         Memberikan kerangka untuk menyusun kesimpulan yang akan dihasilkan.
KarakteristikSatu hipotesis dapat diuji apabila hipotesis tersebut dirumuskan dengan benar. Kegagalan merumuskan hipotesis akan mengaburkan hasil penelitian. Meskipun hipotesis telah memenuhi syarat secara proporsional, jika hipotesis tersebut masih abstrak bukan saja membingungkan prosedur penelitian, melainkan juga sukar diuji secara nyata.Untuk dapat memformulasikan hipotesis yang baik dan benar, sedikitnya harus memiliki beberapa ciri-ciri pokok, yakni:Hipotesis diturunkan dari suatu teori yang disusun untuk menjelaskan masalah dan dinyatakan dalam proposisi-proposisi. Oleh sebab itu, hipotesis merupakan jawaban atau dugaan sementara atas masalah yang dirumuskan atau searah dengan tujuanpenelitian.Hipotesis harus dinyatakan secara jelas, dalam istilah yang benar dan secara operasional. Aturan untuk, menguji satu hipotesis secara empiris adalah harus mendefinisikan secara operasional semua variabel dalam hipotesis dan diketahui secara pastivariabel independen dan variabel dependen.Hipotesis menyatakan variasi nilai sehingga dapat diukur secara empiris dan memberikan gambaran mengenai fenomena yang diteliti. Untuk hipotesis deskriptif berarti hipotesis secara jelas menyatakan kondisiukuran, atau distribusi suatu variabel atau fenomenanya yang dinyatakan dalam nilai-nilai yang mempunyai makna.Hipotesis harus bebas nilai. Artinya nilai-nilai yang dimiliki peneliti dan preferensi subyektivitas tidak memiliki tempat di dalam pendekatan ilmiah seperti halnya dalam hipotesis.Hipotesis harus dapat diuji. Untuk itu, instrumen harus ada (atau dapat dikembangkan) yang akan menggambarkan ukuran yang valid dari variabel yang diliputi. Kemudian, hipotesis dapat diuji dengan metode yang tersedia yang dapat digunakan untuk mengujinya sebab peneliti dapat merumuskan hipotesis yang bersih, bebas nilai, dan spesifik, serta menemukan bahwa tidak ada metode penelitian untuk mengujinya. Oleh sebab itu, evaluasi hipotesis bergantung pada eksistensi metode-metode untuk mengujinya, baik metode pengamatan, pengumpulan data, analisis data, maupun generalisasi.Hipotesis harus spesifik. Hipotesis harus bersifat spesifik yang menunjuk kenyataan sebenarnya. Peneliti harus bersifat spesifik yang menunjuk kenyataan yang sebenarnya. Peneliti harus memiliki hubungan eksplisit yang diharapkan di antara variabel dalam istilah arah (seperti, positif dan negatif). Satu hipotesis menyatakan bahwa X berhubungan dengan Y adalah sangat umum. Hubungan antara X dan Y dapat positif atau negatif. Selanjutnya, hubungan tidak bebas dari wakturuang, atau unitanalisis yang jelas. Jadi, hipotesis akan menekankan hubungan yang diharapkan di antara variabel, sebagaimana kondisi di bawah hubungan yang diharapkan untuk dijelaskan. Sehubungan dengan hal tersebut, teori menjadi penting secara khusus dalam pembentukan hipotesis yang dapat diteliti karena dalam teori dijelaskan arah hubungan antara variabel yang akan dihipotesiskan.Hipotesis harus menyatakan perbedaan atau hubungan antar-variabel. Satu hipotesis yang memuaskan adalah salah satu hubungan yang diharapkan di antara variabel dibuat secara eksplisit.Tahap-tahap pembentukan hipotesis secara umumTahap-tahap pembentukan hipotesa pada umumnya sebagai berikut:Penentuan masalah.Dasar penalaran ilmiah ialah kekayaan pengetahuan ilmiah yang biasanya timbul karena sesuatu keadaan atau peristiwa yang terlihat tidak atau tidak dapat diterangkan berdasarkan hukum atau teori atau dalil-dalil ilmu yang sudah diketahui.Dasar penalaran pun sebaiknya dikerjakan dengan sadar dengan perumusan yang tepat.Dalam proses penalaran ilmiah tersebut, penentuan masalah mendapat bentuk perumusan masalah.Hipotesis pendahuluan atau hipotesis preliminer (preliminary hypothesis).Dugaan atau anggapan sementara yang menjadi pangkal bertolak dari semua kegiatan. Ini digunakan juga dalam penalaran ilmiah.Tanpa hipotesa preliminer, pengamatan tidak akan terarah. Fakta yang terkumpul mungkin tidak akan dapat digunakan untuk menyimpulkan suatu konklusi, karena tidak relevan dengan masalah yang dihadapi. Karena tidak dirumuskan secara eksplisit, dalam penelitian, hipotesis priliminer dianggap bukan hipotesis keseluruhan penelitian, namun merupakan sebuah hipotesis yang hanya digunakan untuk melakukan uji coba sebelum penelitian sebenarnya dilaksanakan.Pengumpulan faktaDalam penalaran ilmiah, di antara jumlah fakta yang besarnya tak terbatas itu hanya dipilih fakta-fakta yang relevan dengan hipotesa preliminer yang perumusannya didasarkan pada ketelitian dan ketepatan memilih fakta.Formulasi hipotesa.Pembentukan hipotesa dapat melalui ilham atau intuisi, dimana logika tidak dapat berkata apa-apa tentang hal ini.Hipotesa diciptakan saat terdapat hubungan tertentu di antara sejumlah fakta. Sebagai contoh sebuah anekdot yang jelas menggambarkan sifat penemuan dari hipotesa, diceritakan bahwa sebuah apel jatuh dari pohon ketika Newton tidur di bawahnya dan teringat olehnya bahwa semua benda pasti jatuh dan seketika itu pula dilihat hipotesanya, yang dikenal dengan hukum gravitasi.Pengujian hipotesaArtinya, mencocokkan hipotesa dengan keadaan yang dapat diamati dalam istilah ilmiah hal ini disebutverifikasi(pembenaran). Apabila hipotesa terbukti cocok dengan fakta maka disebut konfirmasiFalsifikasi(penyalahan) terjadi jika usaha menemukan fakta dalam pengujian hipotesa tidak sesuai dengan hipotesa. Bilamana usaha itu tidak berhasil, maka hipotesa tidak terbantah oleh fakta yang dinamakan koroborasi (corroboration). Hipotesa yang sering mendapat konfirmasi atau koroborasi dapat disebut teori.Aplikasi/penerapan.Apabila hipotesa itu benar dan dapat diadakan menjadi ramalan (dalam istilah ilmiah disebut prediksi), dan ramalan itu harus terbukti cocok dengan fakta. Kemudian harus dapat diverifikasikan/koroborasikan dengan fakta.Hubungan hipotesis dan teoriHipotesis ini merupakan suatu jenis proposisi yang dirumuskan sebagai jawaban tentatif atas suatu masalah dan kemudian diuji secaraempiris. Sebagai suatu jenis proposisi, umumnya hipotesis menyatakan hubungan antara dua atau lebih variabel yang di dalamnya pernyataan-pernyataan hubungan tersebut telah diformulasikan dalam kerangka teoritis. Hipotesis ini, diturunkan, atau bersumber dari teori dan tinjauan literatur yang berhubungan dengan masalah yang akan diteliti.Pernyataan hubungan antara variabel, sebagaimana dirumuskan dalam hipotesis, merupakan hanya merupakan dugaan sementara atas suatu masalah yang didasarkan pada hubungan yang telah dijelaskan dalam kerangka teori yang digunakan untuk menjelaskan masalah penelitian. Sebab, teori yang tepat akan menghasilkan hipotesis yang tepat untuk digunakan sebagai jawaban sementara atas masalah yang diteliti atau dipelajari dalam penelitian.Dalam penelitian kuantitatif peneliti menguji suatu teori. Untuk meguji teori tersebut, peneliti menguji hipotesis yang diturunkan dari teori.Agar teori yang digunakan sebagai dasar penyusunan hipotesis dapat diamati dan diukur dalam kenyataan sebenarnya, teori tersebut harus dijabarkan ke dalam bentuk yang nyata yang dapat diamati dan diukur. Cara yang umum digunakan ialah melalui prosesoperasionalisasi, yaitu menurunkan tingkat keabstrakan suatu teori menjadi tingkat yang lebih konkret yang menunjuk fenomena empiris atau ke dalam bentuk proposisi yang dapat diamati atau dapat diukur. Proposisi yang dapat diukur atau diamati adalah proposisi yang menyatakan hubungan antar-variabel. Proposisi seperti inilah yang disebut sebagai hipotesis.Jika teori merupakan pernyataan yang menunjukkan hubungan antar-konsep (pada tingkat abstrak atau teoritis), hipotesis merupakan pernyataan yang menunjukkan hubungan antar-variabel (dalam tingkat yang konkret atau empiris). Hipotesis menghubungkan teori dengan realitas sehingga melalui hipotesis dimungkinkan dilakukan pengujian atas teori dan bahkan membantu pelaksanaan pengumpulan data yang diperlukan untuk menjawab permasalahan penelitian.Oleh sebab itu, hipotesis sering disebut sebagai pernyataan tentang teori dalam bentuk yang dapat diuji (statement of theory in testable form), atau kadang-kadanag hipotesis didefinisikan sebagai pernyataan tentatif tentang realitas (tentative statements about reality).Oleh karena teori berhubungan dengan hipotesis, merumuskan hipotesis akan sulit jika tidak memiliki kerangka teori yang menjelaskan fenomena yang diteliti, tidak mengembangkan proposisi yang tegas tentang masalah penelitian, atau tidak memiliki kemampuan untuk menggunakan teori yang ada. Kemudian, karena dasar penyusunan hipotesis yang reliabel dan dapat diuji adalah teori, tingkat ketepatan hipotesis dalam menduga, menjelaskan, memprediksi suatu fenomena atau peristiwa atau hubungan antara fenomena yang ditentukan oleh tingkat ketepatan atau kebenaran teori yang digunakan dan yang disusun dalam kerangka teoritis. Jadi, sumber hipotesis adalah teori sebagaimana disusun dalam kerangka teoritis. Karena itu, baik-buruknya suatu hipotesis bergantung pada keadaan relatif dari teori penelitian mengenai suatu fenomena sosial disebut hipotesis penelitian atau hipotesis kerja. Dengan kata lain, meskipun lebih sering terjadi bahwa penelitian berlangsung dari teori ke hipotesis (penelitian deduktif), kadang-kadang sebaliknya yang terjadi.Jenis-jenis HipotesaMenurut Suharsimi Arikunto, jenis Hipotesa penelitian pendidikan dapat di golongkan menjadi dua yaitu :1. Hipotesa Kerja, atau disebut juga dengan Hipotesa alternatif (Ha). Hipotesa kerja menyatakan adanya hubungan antara variabel X dan Y,  atau  adanya perbedaan antara dua kelompok.2. Hipotesa Nol (Null hypotheses) Ho. Hipotesa nol sering juga disebut Hipotesa statistik,karena biasanya dipakai dalam penelitian yang bersifat statistik, yaitu diuji dengan perhitungan statistik. Bertolak pada pemikiran diatas dapat penulis kemukakan bahwa dalam  penelitian ini penulis mengajukan hipotesis kerja dan hipotesis nihil (nol).Contoh Hipotesa yang diajukan dalam penulisan penelitian.Hipotesis Kerja (H1)  ” Pembelajaran Matematika dengan Penerapan Model Sinektiks lebih  efektif dibandingkan dengan pembelajaran matematika tanpa Penerapan  Model Sinektiks Terhadap Proses Belajar Bidang Studi Matematika Sub Pokok Bahasan Persamaan Linear ”.Hipotesis Nihil (H0) ” Pembelajaran Matematika dengan Penerapan Model Sinektiks tidak efektif dibandingkan dengan pembelajaran matematika tanpa Penerapan Model Sinektiks Terhadap Proses Belajar Bidang Studi Matematika Sub Pokok Bahasan Persamaan Linear ”.Pengertian Uji HipotesisHipotesis statistik adalah suatu pernyataan yang mungkin benar atau tidak, tentang satu populasi atau lebih.Suatu hipotesis statistik, dapat diketahui secara pasti apakah benar ataukah tidak benar jika dan hanya jika peneliti melakukan observasi terhadap seluruh anggota populasi. Ketidak-efektifan hal ini dapat diatasi dengan cara mengambil sampel untuk mencari kenyataan guna mendukung hipotesis tersebut. Hasil analisis dari data sampel yang selaras dengan hipotesis yang telah diformulasikan akan membawa pada suatu keputusan untuk menerima pernyataan tersebut, dan demikian sebaliknya.Formulasi suatu hipotesis statistik, biasanya dipengaruhi oleh bentuk kesimpulan yang terbalik. Artinya, jika seorang peneliti ingin mencari dukungan yang kuat terhadap suatu dugaan dari suatu keadaan, maka peneliti tersebut menempatkan dugaannya dalam bentuk penolakan hipotesis. Pandang contoh sebelumnya di bidang medis, jika peneliti ingin menunjukkan kenyataan bahwa penggunaan alat kontrasepsi menaikkan resiko kemandulan, maka hipotesis yang akan diuji berbentuk “tidak ada kenaikan resiko kemandulan akibat menggunakan alat kontrasepsi”. Demikian halnya, untuk mendukung dugaan bahwa kecepatan reaksi obat X secara rata-rata lebih lama daripada reaksi obat Y, maka farmasis menguji hipotesis bahwa kecepatan reaksi antar kedua merek obat tersebut adalah sama.Pengertian Uji HipotesisMacam HipotesisAda dua bentuk hipotesis:Hipotesis sederhana (simple hypothesis), yakni semua bentuk hipotesis yang menyatakan spesifik parameter distribusi populasi secara lengkap.Hipotesis majemuk (composite hypothesis), yakni semua bentuk hipotesis yang tidak menyatakan spesifik parameter distribusi populasi secara lengkap.Dalam struktur pengujian hipotesis, terdapat dua hipotesis:Hipotesis nol (null hypothesis/H0), yakni hipotesis sederhana yang (umumnya) berlawanan dengan suatu teori yang ingin dibuktikan kebenarannya.Hipotesis alternatif (alternative hypothesis/H1), yakni hipotesis (seringkali majemuk) yang sejalan dengan suatu teori yang ingin dibuktikan kebenarannya. Hipotesis alternatif merupakan hipotesis tandingan dari hipotesis nol, sehingga keputusan menolak hipotesis nol menjadikan keputusan untuk menerima hipotesis alternatif (darmanto, 2012).  Read more: http://sro.web.id/pengertian-uji-hipotesis.html#ixzz2AuFiZeo7

Selasa, 23 Oktober 2012

Menggunakan Make Up

Banyak wanita yang berani menghabiskan kocek cuma buat pergi nyaLo dan terlihat lebih cantik di acara-acara tertentu atau hanya sekedar untuk jalan-jalan ..
Padahal, belum tentu make up salon bisa menjamin kepuasan untuk diri kita ..
maka dari itu say amencoba membagi tips untuk para wanita agar bisa menata rias wajahnya sendiri tanpa harus pergi kesalon ..
check it out ..

1. Toner dan Pelembab
Kegiatan rutin sebelum memulai merias wajah, kita pasti harus membersihkan wajah dulu dengan menggunakan toner atau cleanser wajah, agar wajah kita tidak terlalu terasa berat dan tebal.
karena minyak atau sisa-sisa kotoran pada wajah kita yang masih menempel akan membuat efek make up menjadi terasa lebih berat dan akam mengundang banyak jerawat. setelah dibersihkan baru gunakan pelembab dari mulai wajah hingga leher.

2. Concealer
Gunakan concealer untuk membantu menyamarkan flek pada wajah atau bekas jerawat. Concealer juga dapat digunakan untuk menyamarkan kantung mata.

3. Pensil Alis
Rapikan alis Anda dengan mencabut rambut alis yang berantakan dan menyisirnya agar telihat rapi. Kemudian untuk mempertegas bentuk alis, pilih pensil alis yang berwarna coklat gelap sebaliknya daripada hitam, karena warna hitam akan membuat wajah terlihat lebih tua.

4. Alas Bedak
Gunakan alas bedak (foundation) agar warna-warna dapat masuk dengan sempurna pada wajah Anda. Pilih warna foundation yang satu tingkat lebih tinggi dari warna kulit Anda.

5. Eyeliner
Untuk mata, agar wajah tidak terlihat tua, sebaiknya tidak menggunakan eyeliner. Atau bila Anda ingin menggunakannya sebaiknya jangan gunakan terlalu tebal dan gunakan eyeliner yang berbentuk pensil.

6. Brush dan Spons
Saat memakai bedak, pertama-tama gunakan brush selanjutnya gunakan spons untuk membantu meratakannya.

7. Eyeshadow
Pilih warna-warna eyeshadow yang dapat membantu wajah terlihat segar dan muda. Warna yang dapat dipilih antara lain warna hijau, peach, ungu, emas.

8. Blush on
Warna blush on sebaiknya yang berwarna natural seperti warna pink atau peach. Anda pasti tidak ingin wajah anda terlihat seperti badut jika menggunakan warna blush on yang sangat cerah seperti warna merah.

9. Lipstik dan Lipgloss
Pilih lipstik yang berwarna sama atau satu tingkat lebih tinggi dari warna bibir. Hindari bibir dengan warna yang terlalu kontras. Dapat juga ditambah lipgloss agar bibir terlihat segar.

Permasalahan Dalam Ekonomi Pembangunan


Presiden Boston Institute for Developing Economies, Gustav F. Papanek menilai masalah terbesar dalam perekonomian Indonesia adalah pengangguran.Setiap tahun, 2 juta orang di Indonesia mencari pekerjaan. Berarti, setelah krisis moneter 1998, ada 22 juta pengangguran. Papanek menghitung, hanya 5,5 juta yang telah mendapat pekerjaan tetap.
Sementara 3,5 juta mencari pekerjaan di luar negeri, sebagian besar sebagai pembantu rumah tangga, dan 4 juta tetap menganggur. Sisanya, menunjukkan sudah mendapat pekerjaan dalam statistik, namun sebenarnya tidak memiliki pekerjaan tetap. Ini disebut Papanek dengan istilah work in income sharing atau pekerjaan berbagi penghasilan.Solusi untuk masalah pengangguran ini adalah menaikkan angka pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen. Target pemerintah sebesar 7 persen dinilai Papanek masih belum cukup.
Pembangunan jangka panjang tahap pertama Indonesia telah berhasil mengantar ekonomi Indonesia dari pendapatan perkapita sekitar USD 70 pada periode 1968/69 menjadi USD 700 pada periode 1993/94. Keadaan itu tercapai sebagai akibat pertumbuhan ekonomi yang lumayan selama 25 tahun lebih. Akan tetapi, hasil pembangunan jangka panjang yang pertama yang menurut pandangan Bank Dunia itu cukup menakjubkan, tidaklah mencapai optimum yang seharusnya. Ekonomi Indonesia seharusnya bisa bertumbuh dengan lebih baik, sebagaimana dicontohkan oleh negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand dan Korea Selatan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia, ternyata tidak sebesar yang seharusnya bisa dicapai, meskipun Indonesia dikenal alamnya yang kaya-raya. Banyak masalah, halangan, ketidak-pastian dan risiko yang harus dihadapi ekonomi Indonesia selama ini.
Berikut ini adalah sepuluh persoalan utama yang dihadapi oleh ekonomi Indonesia dewasa ini.
Persoalan ini harus dimengerti sepenuhnya sebagai suatu tantangan masa depan pembangunan kita.
1.      Kemiskinan dan Kesenjangan Ekonomi.
Menurut catatan statistik pada tahun 1991/92, diperkirakan lebih dari 100 juta orang Indonesia yang masih berada di bawah garis kemiskinan. Kalau dianggap tidak ada perbedaan garis kemiskinan antara kota dan desa, dan diambil angka Rp.1000 pengeluaran sehari seorang (atau Rp. 30,000 sebulan seorang) sebagai garis kemiskinan, maka di bawah garis tersebut ada 120 juta yang masih miskin, yaitu di kota 20 juta dan di desa 100 juta orang. Kalau diambil garis kemiskinan yang lebih rendah, yaitu Rp. 500 sehari seorang (atau Rp. 15,000 sebulan seorang), maka akan terdapat 28 juta orang miskin, yaitu 2 juta di kota dan 26 juta di desa. Pengeluaran ini belum termasuk untuk pendidikan dan kesehatan. Belum lagi, kalau diperhitungkan untuk suatu keluarga yang terdiri dari 4 orang. Tentu pengeluarannya sehari jauh lebih besar daripada sekedar 4 kali Rp. 30,000. Keadaan sekarang diperkirakan tidak berbeda jauh dari itu. Data bisnis juga menunjukkan kesenjangan ekonomi yang sangat besar antara mereka yang miskin di atas dengan yang kaya raya. Grup-grup perusahaan yang tergabung dalam 200 konglomerat Indonesia menghasilkan omset (nilai penjualan) sebesar ekivalen dengan 80 persen dari pendapatan nasional (Produk Domestik Bruto, sekitar Rp. 250 trilyun pada 1992/93). Kesenjangan pendapatan juga terjadi antara sektor pertanian- pedesaan dan sektor industri-perkotaan. Kesenjangan yang sangat tajam juga terjadi antara Jawa dan Luar Jawa, dan antara Kawasan Indonesia Timur dan Kawasan Indonesia Barat. Masalah kemiskinan dan kesenjangan ini bisa menimbulkan friksi-friksi sosial yang bisa merusak hasil pembangunan selama ini.
2.      Masalah Hutang Luar Negeri.
Hutang luar negeri telah meningkat sangat besar. Pada saat ini Indonesia telah menjadi negara penghutang terbesar nomor tiga sesudah Brazil dan Meksiko, yaitu dengan hutang mencapai lebih dari USD 100 miliar. Lebih dari 60 persen di antaranya adalah hutang dari pemerintah, selebihnya hutang swasta. Dibanding dengan hutang asing yang dibuat pada rezim Bung Karno, yang mencapai USD 2.14 miliar, hutang asing sekarang merupakan peningkatan 50 kali; padahal pendapatan nasional hanya naik tidak lebih dari 15 kali. Dengan kemajuan-kemajuan ekonomi yang dicapai di sector pemerintah, mungkin Indonesia tidak terlalu sulit di dalam membayar kembali hutang asing tersebut sebesar USD 9-10 setiap tahun. Akan tetapi untuk mencapai target pertumbuhan sebesar 5-6 persen setahun, Indonesia terpaksa harus meminjam lagi hutang asing baru sebesar minimum USD 5 milyar setiap tahun. Hutang baru sebesar itu pun terpaksa harus dibuat melihat sisi neraca pembayaran yang tidak seimbang, karena ketidakmampuan ekonomi (industri) menghasilkan cukup devisa. Dengan demikian, ekonomi Indonesia telah seakan-akan “terperangkap” atau “kecanduan” (addicted) dengan hutang asing. Persoalan yang tidak pernah bisa dijawab tentang hutang luar negeri ini adalah kapan hutang asing itu semakin mengecil dan bisa habis terlunasi. Kecuali, kalau hutang baru sangat dikurangi atau dihentikan sama sekali, dan dicari sumber-sumber dari dalam negeri sebagai penggantinya. Persoalan hutang asing ini menjadi semakin besar apabila dikaitkan dengan Yendaka (apresiasi Yen), di mana Yen mempunyai porsi besar dalam hutang-hutang Indonesia.
3.      Defisit Neraca Pembayaran dan Ketidakmampuan Industrial.
Defisit yang memperlihatkan kecenderungan yang meningkat ini ditunjukkan oleh transaksi lancar (current account) dalam neraca pembayaran. Untuk periode tahun anggaran 1995/1996 ini diperkirakan defisit akan mencapai lebih-kurang USD 5 milyar. Defisit ini sendiri mengakibatkan penurunan nilai Rupiah yang terus-menerus yang selanjutnya ketidakpastian ekonomi. Depresiasi Rupiah sendiri tidak secara langsung meningkatkan ekspor, karena ketakmampuan ekspor tidak sekedar karena Rupiah yang overvalued. Sebab utama dari penurunan nilai Rupiah adalah ketidakmampuan industri Indonesia menghasilkan cukup devisa sesuai dengan permintaan. Selain itu, sektor riil penghasil barang ini sangat tergantung pada ekonomi dan teknologi asing. Setiap kali kenaikan ekspor terjadi, setiap kali pula harus didahului dengan kenaikan impor yang tinggi atas bahan-bahan baku industri,barang-barang penunjang atau komponen, dan barang-barang modal. Dengan demikian industri Indonesia justru boros devisa daripada menjadi penghasil devisa. Sekarang ini, ekspor bersih Indonesia baru akan bergerak ke arah USD 10 milyar dengan laju pertumbuhan yang menurun. Selain itu, ekonomi Indonesia juga masih dibebani dengan impor atas jasa- jasa, seperti pembayaran bunga pinjaman serta jasa-jasa lain khususnya yang berkaitan dengan kemampuan sumberdaya manusia dan penguasaan teknologi, yang jumlahnya bergerak ke arah USD 15 milyar. Sebagai akibatnya, terjadilah defisit transaksi lancer yang cukup besar. Ketidakmampuan dalam teknologi mengakibatkan industri Indonesia juga tidak cukup efisien, dan bahkan menjadi sumber dari high cost, sehingga tidak mampu bersaing di pasar dunia menghasilkan devisa. Industri juga menjadi bersifat kaku terhadap rangsangan moneter dan menjadi sumber terjadinya inflasi. Industri Indonesia ini masih sangat menggantungkan diri pada proteksi dan berbagai fasilitas dari pemerintah. Industri-industri inilah yang justru dikuasai dan sangat menguntungkan para konglomerat dan monopolis-oligopolis. Mereka lebih banyak tergantung pada pasar domestik yang sempit dan mahal daripada bersaing di pasar dunia.
4.      Ketidakmampuan Pengembangan SDM dan Penguasaan Iptek.
Ketidakmampuan pengembangan SDM dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) adalah inti dari semua persoalan ekonomi di Indonesia. Selama pembangunan jangka panjang 25 tahun yang pertama, Indonesia hampir samasekali melupakan pentingnya pengembangan SDM dan penguasaan Iptek. Dari 140 juta angkatan kerja (umur 10 tahun ke atas) Indonesia, hampir 80 persen daripadanya berpendidikan setingkat sekolah dasar (SD), yaitu 45 juta tamat, 43 juta drop-out, dan 20 juta samasekali tidak pernah sekolah. Jumlah sarjana hanya sekitar 2 juta, dan sisanya 30 juta adalah dari SLTP dan SLTA, tamat atau tidak tamat. Dengan kemampuan dan produktivitas yang rendah itu, maka tenaga kerja Indonesia menjadi sangat mahal dalam proses produksi. Sebagai akibatnya lemah pula industrialisasi Indonesia. Akibat selanjutnya adalah munculnya produk-produk yang tidak mampu bersaing di pasar dunia, yang tidak mampu menghasilkan devisa. Struktur industri Indonesia juga tidak didasarkan pada comparative advantange sesuai dengan kekayaan alam Indonesia, sehingga pada akhirnya produk-produknya tidak mampu berkompetisi di pasar dunia. Hal ini mengakibatkan pilihan teknologi yang salah, yang mahal karena tidak sesuai dengan kemampuan domestik. Seharusnya dikembangkan pula jenis teknologi murah dan madya, yang mampu menyerap banyak tenaga kerja dan yang mampu mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pengangguran angkatan kerja di Indonesia juga cukup tinggi. Bahkan, pengangguran telah pula melanda mereka yang berpendidikan sarjana. Dikabarkan oleh Menteri Tenaga Kerja pada awal tahun ini, bahwa dari 150 ribu sarjana yang dihasilkan setahun, hanya maksimal sekitar 60 ribu yang memperoleh pekerjaan. Pilihan teknologi yang terlalu padat modal, dan yang menjurus ke tingkat menengah (medium technology)-atas dan tingkat tinggi (high technology) juga menjadi salahsatu sebab terjadinya pengangguran yang besar dan berbagai inefisiensi dalam industri. Broad-base technology lah yang mestinya dikembangkan di Indonesia, yaitu yang mengutamakan penggunaan jenis-jenis teknologi yang rendah (low technology) hingga menengah-bawah, yang murah, dan yang mudah disediakan, diadopsi dan dikuasai oleh masyarakat banyak.
5.      Penyempitan Infrastruktur.
Tidak ada pembangunan yang tidak dimulai dengan pembangunan infrastruktur, seperti jalan, jembatan, pelabuhan, listrik, air bersih, telepon, dll. Selain ketidakmampuan SDM dan penguasaan Iptek yang disebutkan di atas, juga ketidakmampuan menyediakan
dana dan alokasinya yang tak sesuai mempengaruhi pula perkembangan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Secara umum, penyempitan infrastruktur (infrastructure bottleneck) telah terjadi di Indonesia. Dibanding dengan permintaan yang begitu besar terhadap investasi, maka jalan-jalan di Indonesia terasa sempit, dan tenaga listrik serta air bersih terasa sangat kurang. Pada gilirannya, penyempitan infrastruktur ini akan mengakibatkan menyusutnya penanaman modal di Indonesia, khususnya di sektor industri. Selain itu perlu diperhatikan, bahwa penyempitan infrastruktur bisa menjadi sumber inflasi yang sangat tinggi (hyper-inflation). Oleh sebab itu, masalah penyempitan infrastruktur ini juga harus diatasi segera. Investasi yang terus-menerus di tanah Jawa akan diikuti dengan permintaan infrastruktur yang semakin meningkat, sesuatu yang semakin sulit dipenuhi oleh tanah Jawa yang semakin terbatas. Kesulitan air bersih di Jawa dan semakin sempitnya lahan untuk industri dan perumahan (yang juga mempersempit lahan pertanian subur) adalah contoh semakin sempitnya infrastruktur di Jawa. Penyempitan infrastruktur juga terjadi di luar Jawa, khususnya Kawasan Indonesia Timur. Keadaan ini tentu mengakibatkan terhambatnya pembangunan wilayah. Pembangunan infrastruktur di luar Jawa sudah harus diperhatikan, untuk mulai menggali sumber- sumber kemakmuran untuk meningkatkan pendapatan wilayah di sana dan mengurangi tekanan-tekanan di Jawa.
6.      Masalah Pangan dan Beras.
Usaha besar-besaran telah dilakukan oleh Indonesia untuk berswasembada beras. Pada masa lalu, pada saat infrastruktur bendungan, sawah dan irigasi rusak, sehingga Indonesia tidak mampu menyediakan cukup beras, Indonesia menjadi negara pengimpor beras terbesar dunia, yang mengakibatkan terkurasnya deviusa. Sejak awal 1980-an, Indonesia telah berhasil berswasembada beras. Tetapi swasembada beras ini, kini, terancam bahaya. Tahun ini diperkirakan Indonesia harus mengimpor sekitar 2 juta ton beras. Terjadinya paceklik pada beberapa tahun terakhir ini, antara lain karena banjir dan kemarau yang panjang, mengakibatkan terjadinya penurunan produksi beras. Apabila pola konsumsi beras tidak diperbaiki, penduduk semakin bertambah (sekitar 10 juta setiap 5 tahun), maka kesulitan beras yang terjadi pada masa yang silam akan bisa terulang kembali. Patut pula dicatat, bahwa investasi dan pembangunan industri di Jawa yang subur telah semakin mempersempit lahan pertaniannya “dimakan” oleh areal industri dan perumahan. Banyak sawah-sawah dengan irigasi teknis yang dikonversikan menjadi kawasan industry dan perumahan. Demikian pula tiadanya penambahan areal sawah baru, khususnya di luar Jawa, akan lebih menyulitkan penambahan produksi beras di masa mendatang. Selain itu juga perlu difahami, bahwa untuk meningkatkan produksi beras pada masa lalu, segala dana dan daya dicurahkan “habis- habisan” untuk meningkatkan produksi beras ini. Sebagai akibatnya, meskipun ada peningkatan produksi beras secara substansial, tetapi hal itu diikuti pula dengan menurunnya produksi-produksi lain, khususnya tanaman-tanaman pangan lain.
7.      Masalah Pertanahan dan Hak Atas Tanah.
Patut dicatat, bahwa tidak ada pembangunan yang tanpa dimulai dengan pengendalian penggunaan tanah dan hak atas tanah, atau land reform. Land reform tidak saja mengatur alokasi penggunaan tanah, tetapi juga hak kepemilikan dan penggunaan atas tanah, baik untuk individu atau kelompok, menetapkan hak maksimum dan minimum, serta lamanya memegang hak tersebut. Selain berdampak sosial, karena pertanahan ini berkaitan pula dengan kebutuhan tanah untuk investasi, maka persoalan pertanahan sangat mungkin mengakibatkan terhambatnya banyak sektor dalam pembangunan. Di Indonesia masalah pertanahan dan hak atas tanah tersebut belum diatur dengan baik. Sebetulnya sudah ada UU Pokok Agraria (1960), akan tetapi UU tersebut pada kenyataannya tidak berjalan atau sengaja tidak dijalankan sepenuhnya. Sebagai akibatnya, muncullah masalah pertanahan yang meliputi berbagai kasus penggusuran atas hak memiliki dan menggunakan lahan, pengalihan fungsi lahan, dan banyak masalah lainnya. Di samping ada penggusuran atas hak minimum individu, ada pula kasus tentang penguasaan lahan yang tak terbatas. Tentu saja hal tersebut mengakibatkan persoalan-persoalan baru yang berkaitan dengan kemiskinan dan kesenjangan sosial. Pengalihan fungsi lahan meliputi penggusuran daerah kumuh yang padat hunian dan pengalihan fungsi sawah atau lahan pertanian untuk tujuan-tujuan pembangunan, termasuk perumahan dan kawasan industri, telah menjadi persoalan pembangunan yang serius. Masalah pertanahan juga muncul dalam kasus-kasus yang berkaitan dengan transmigrasi, relokasi penduduk, serta pembukaan lahan baru dan pembangunan wilayah untuk tujuan-tujuan produktif.
8.      Korupsi dan Inefisiensi Ekonomi.
Masalah korupsi dan inefisiensi ekonomi meliputi berbagai macam kebocoran dalam ekonomi dan pembangunan. Selain korupsi yang murni, ada korupsi tidak langsung yang dilakukan melalui praktek- praktek mark-up dalam pelaksanaan pembangunan proyek. Berbagai kebocoran ini menunjukkan pemakaian dana yang tidak produktif, termasuk pemilihan proyek-proyek yang tak bermanfaat. Praktek korupsi melibatkan dana negara, dan terjadi akibat kolusi antara birokrat dan pengusaha berkaitan dengan penyalahgunaan wewenang. Ini semua menimbulkan keadaan high-cost dalam ekonomi. Selain itu, ada pula kebocoran-kebocoran ekonomi yang bermuara pada kebijakan-kebijakan pembangunan yang mengakibatkan inefisiensi ekonomi, seperti monopolisme-oligopolisme, pemberian fasilitas keagenan dan proteksi dalam industri dan perdagangan, serta berbagai kemudahan secara sembarangan bagi sekelompok kecil masyarakat. Menurut Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, kebocoran ekonomi Indonesia dikabarkan mencapai paling sedikit 30 persen, yaitu dikaitkan dengan angka ICOR (incremental capital-output ratio) yang terlalu tinggi (5). Apabila ICOR bisa dipertahankan rendah (3,5), maka pertumbuhan ekonomi, dengan dana yang ada, dapat mencapai 8,5 persen per tahun sekalipun tanpa hutang asing. Sedang kalau hutang asing tetap dibuat, maka pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 9,5 persen. Padahal untuk mencapai angka pertumbuhan 6-7 persen saja sulit sekarang ini. Satu bukti lagi tentang inefisiensi pembangunan di Indonesia ditunjukkan dari penelitian oleh Dr. Jeffrey A. Winters, dimana Indonesia (1973/74-1989/90) disebutkan membutuhkan dana sebesar USD 166,5 milyar, yang 20 kali lebih besar dari yang dibutuhkan Korea Selatan (1959-1975) dalam periode 17 tahun konsolidasi ekonomi. Padahal jumlah penduduk Indonesia hanya sekitar 5 kali lipat penduduk Korea Selatan. Dan agaknya, 15 tahun dari sekarang tidak mungkin ekonomi Indonesia akan mencapai pendapatan perkapita 10 kali dari yang sekarang untuk menyamai Korea Selatan yang telah mencapai USD 7000.
9.      Sentralisasi Pembangunan dan Tiadanya Otonomi Daerah.
Salahsatu sumber inefisiensi pembangunan Indonesia adalah sistim pemerintahan yang sangat sentralistis. Indonesia adalah Negara kepulauan yang sangat luas, dan beragam dalam suku, adat istiadat, bahasa dan kebudayaannya. Meskipun begitu, semangat persatuan dan kesatuan di antara berbagai keragaman itu justru tumbuh secara alamiah sejak beratus tahun yang lampau. Negara yang begitu luas dan beragam ini tidak mungkin akan dibangun secara baik dengan sistim yang sentralistis. Meskipun berbentuk negara kesatuan, tetapi otonomi pemerintahan di daerah-daerah (provinsi) sangat diperhatikan oleh para pemimpin kemerdekaan. Sehingga, otonomi daerah dinyatakan dalam pasal khusus dalam Konstitusi, yaitu Pasal-18 UUD-1945. Dalam prakteknya sekarang, otonomi daerah sebagaimana dituntut oleh negara seluas dan seberagam Indonesia ini tidak berlangsung. Sistim pembangunan yang sentralistis tanpa otonomi daerah akan menghasilkan pembangunan yang timpang. Ketimpangan seperti ini sudah sangat terlihat manakala pembangunan di Jawa dibandingkan dengan luar Jawa atau antara Kawasan Indonesia Barat dan Timur. Bahkan antara Jakarta (Jabotabek) dan daerah-daerah lain. Kesenjangan-kesenjangan tersebut akan memicu konflik-konflik sosial yang bisa menghambat laju pembangunan, dan kemungkinan perpecahan, sebagaimana terjadi di Soviet Uni dan Jerman Timur. Dengan otonomi daerah dan desentralisasi pembangunan, pemerintah pusat menyerahkan sebagian pekerjaan administrasi pemerintahan kepada daerah-daerah. Misalnya, urusan produksi dan industri, perdagangan, pendidikan, keamanan daerah dan banyak hal lain. Dengan otonomi daerah dan desentralisasi pembangunan tersebut, daerah memperoleh kewenangan pula untuk mengidentifikasi sendiri kemampuan, kekayaan dan keunggulan komparatif daerahnya untuk dikembangkan dalam suatu konsep pembangunan daerah yang diselenggarakan oleh putra-putra daerah sendiri. Pemerintah pusat hanya sekedar menetapkan garis-garis besar pembangunan, khususnya dalam upaya membuat keseimbangan pembangunan antar daerah.
10.  Masalah Demokrasi dan Hak-hak Asasi Manusia.
Prestasi pembangunan, seringkali dilupakan orang, banyak dipengaruhi oleh sistim pemerintahan demokratis. Demokrasi, pada hakekatnya, telah menjadi tuntutan setiap masyarakat di setiap negara. Tidak ada negara satupun di dunia ini yang tidak pro kepada demokrasi. Demikian pula Konstitusi UUD-1945 memberi amanat, agar Republik ini diselenggarakan secara demokratis dalam semua sektor, ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Meskipun tidak sendiri, ternyata Indonesia juga belum menyelenggarakan demokrasi sebagaimana dituntut oleh Konstitusinya. Banyak kasus yang terjadi di Indonesia yang memperlihatkan, betapa demokrasi masih belum dijalankan secara benar dan sepenuhnya. Salahsatunya adalah dominasi dari pemerintah (eksekutif) di atas lembaga perwakilan rakyat (legislatif) dan lembaga peradilan (yudikatif). Dengan dominasi tersebut seakan- akan semua keputusan pemerintah hendak dipaksakan agar diterima oleh parlemen dan seluruh rakyat. Dengan keadaan seperti itu, tidak lagi ada alternatif kebijakan yang cukup untuk digali, dan dipilih yang terbaik di antaranya.
Pemerintah Orde Baru telah menetapkan tentang pentingnya stabilitas pembangunan. Stabilitas ini dimaksudkan untuk mengamankan segala keputusan pemerintah di depan parlemen. Demikian pula stabilitas harus bisa diciptakan di lingkungan masyarakat. Untuk mempertahankan stabilitas tersebut, digunakanlah pendekatan, a.l. pendekatan keamanan yang dirasakan sangat berlebihan. Pendekatan ini, selain sangat kontras dengan pendekatan kesejahteraan rakyat, juga menempatkan eksekutif pada kedudukan yang adikuasa yang bertentangan sendiri dengan prinsip kedaulatan rakyat. Memang dengan pendekatan tersebut stabilitas bisa dijamin, tetapi kemungkinan besar bersifat semu. Stabilitas permanen dan dinamis hanya bisa tercipta kalau rakyat berdaulat. Salahsatu dimensi utama dalam demokrasi adalah hak-hak asasi manusia, yang juga tidak berjalan sebagaimana telah diamanatkan oleh Konstitusi. Hak untuk berbeda pendapat, khususnya dengan pemerintah, hampir selalu diartikan sebagai upaya menentang dan memusuhi pemerintah. Seringkali dilupakan, bahwa kecendekiaan, intelektualisme, penguasaan Iptek, dan pengembangan SDM lainnya hanya bisa berlangsung dan mencapai puncaknya dalam alam kemerdekaan bersikap dan berpendapat yang penuh, yang hanya bisa dibatasi oleh ilmu pengetahuan itu sendiri, akhlak mulia, hukum dan Konstitusi.
Demokrasi juga meliputi hak untuk membangun, untuk hidup sejahtera, untuk berbudaya, untuk menikmati sumber-sumber kemakmuran dari bumi, air dan kekayaan alam di dalamnya. Pembangunan adalah masalah alternatif, di mana rakyat harus diberi peluang untuk mengemukakan pilihannya yang terbaik. Berbagai kasus pencekalan hak berbicara, berserikat dan berkumpul, penyiksaan dan pembunuhan serta pelanggaran hukum dan hak-hak asasi lainnya yang dijamin oleh Konstitusi, dengan alasan keamanan, sampai sekarang, juga masih terjadi. Masyarakat, pada hakekatnya, dihantui oleh rasa takut terhadap penguasa. Kesewenang-wenangan berlangsung, dan hukum seakan-akan selalu berpihak kepada kekuasaan. Padahal demokrasi adalah alat menjalankan negara, bukan produk kekuasaan.
Penutup
Indonesia adalah bagian dari masyarakat dunia. Berbagai persoalan yang dihadapi oleh ekonomi Indonesia harus mulai terbuka bagi dunia. Bagaimanapun juga Indonesia, sebagaimana negara-negara berkembang lainnya, tidak mungkin melaksanakan pembangunanya sendiri. Oleh karena itulah didirikan berbagai lembaga internasional, seperti PBB, Bank Dunia, CGI (atau IGGI) dan lain-lain sebagai milik masyarakat internasional, yang selama ini telah memberikan kontribusinya yang besar bagi Indonesia. Kesulitan yang dihadapi dunia juga bisa berdampak terhadap Indonesia, dan sebaliknya. Indonesia tidak ingin mengalami hal seperti yang terjadi di Meksiko baru-baru ini, misalnya, yang tiba-tiba saja mengalami krisis moneter yang menjadi persoalan bagi dunia. Dunia perlu tahu apa yang terjadi dan yang menjadi persoalan ekonomi dan pembangunan Indonesia, kesemuanya menjadi tantangan untuk dipecahkan di masa mendatang. Dalam hubungan tersebut, sangat patut diperhatikan Sila Kedua Pancasila, yaitu internasionalisme atau kemanusiaan yang adil dan beradab (humanisme). Nasionalisme tanpa internasionalisme tidak akan membawa Indonesia kemana-mana. Meskipun ada unsur-unsur kultural yang kuat sebagaimana terkandung dalam prinsip nasionalisme, tetapi dengan internasionalisme itu, semakin jelaslah bahwa Indonesia tidak bisa mengabaikan dasar hak-hak
asasi manusia sebagai hak-hak yang bersifat universal yang harus dijunjung tinggi oleh semua bangsa di dunia.

Senin, 27 Agustus 2012

possibility


Don't break my heart before I give it to you
Don't tell me no before I ask you to
Don't say it doesn't fit before you try it on
There's too much to lose to be wrong
And it feels like there's something here
But I wanna see it before it disappears
And if there's something real between me and you
Well are we both open to
All these possibilities
So many little possibilities
Right in front of us
Close enough to touch
And far enough to have some time to see
All these possibilities
Oh these possibilities
Are written in the stars
We are who we are baby
And I can't help but think that possibly
There's possibility
Don't give me hope if there's nothing to this
Don't let me in if you're not there
What I'm feeling doesn't happen every day
So baby please play me fair
And it feels like there's something more
Than those crazy little crushes I've felt before
When you move in closer I can feel the rush
And now we're so close we can touch
All these possibilities
So many little possibilities
Right in front of us
Close enough to touch
And far enough to have some time to see
All these possibilities
Oh these possibilities
Are written in the stars
We are who we are baby
And I can't help but think that possibly
There's possibility

Lucy Hale -make you believe


Plug in the mic, open the curtains
Turn on the lights, I'm through rehearsing
The feeling ignites, I'm in control
The crowds in the palm of my hands
All my fans stand, what is the truth?
What's an illusion?
You're searching for proof
But are you certain?
Whatever you see is what you get
If words paint a picture then
I betcha I can getcha yet
# I'll make you believe in me
I can be what you want me to be
Tonight is the night
Where I make you see
That I can be anything
Anything, anything
back To #
I got nothing to lose, I've been exposed
I'm paying my dues, playing the role
I'm breaking the rules, flowing the flow
I've got the whole world nodding "yes"
Like some bobble heads
I'll break a sweat, if you wanna
Confess all your sins, you know you got 'em
The rooms in a spin, the fever's pitched
I swear there's no doubt I'm legit
I'm no counterfeit
back to # 2x
I'm not shy, boy
I can be what you want
Your bright shiny toy
You just have to respond
The clock never stops
But baby, it's time
There's no doubt in my mind
That I can make you believe
I can be what you want me to be
Tonight is the night
Where I make you see
That I can be anything
Anything, anything
back to # 3x
You want from me
There's a little secret
I would like to tell you
There's a book of lies
I know they'll try to sell you
And they'll try, and they'll try
To convince you to buy you need 'em
So the next time you're down
Look inside not around.
#I can bless myself
There's no need for someone's help
There's no one to blame
There's no one to save you but yourself
I can justify all the mistakes in my life
It's taught me to be, it's givin' me me
And I'll survive
'Cause I have blessed myself.
I have searched the world to find
There's nothing better
Than when me, myself and I
Can come together
And I know for a fact
There's a spirit I lack or defend
Yeah I've been through it all
Just to find in the end
back to #
'Cause I have blessed myself.
Do you ever wonder
How anything can make you cry
Have yourself discover
That the pain you feel
Is the pain that you deny in your life
So open up your eyes
You can bless yourself
There's no need for someone else
There's no one to blame
There's no one to save you but yourself
back to #
'Cause I have blessed myself.
I will survive
'Cause I have blessed myself.

Sabtu, 19 Mei 2012

MOTIVASI

sekarang ini bukannya saat mengatakan don't cry and don't be sad seperti lagu girlband indonesia ..
atau mengatakan bukan dia tapi aku seperti judika ..
cukup mengatakan aku ga butuh kamu ..
sesuatu yang ga penting  kalo bertahan dalam keyakinan dia akan kembali dan berubah seperti yang kita kenal ...
untuk memikirkan sesuatu yang nihil hasilnya dan tak nampak manfaatnya ..
hanya sebuah barang kenangan ..
disimpan memuakkan ,, dibuang sayang ..
benci bila ingat ,, sedih bila terlupa ..
pahitnya dikenang ,, sakitnya diingat ,, perih jika harus membawa penghambat masa depan ,, namun mau atau tidak dia selalu ada ..
jadi apa yang harus dilakukan , acuh dan pura-pura tak sadar keberadaannya ..
padahal sebagian dari diri kita yakin bahwa dia adalah salah satu faktor yang pernah membuat kita bertahan saat tertanam ,, berdiri saat jatuh ,, membangkitkan saat kita merasa tak ada lagi bahagia didunia ..
penyemangat bahkan pembangun saat kita runtuh ..

Jumat, 18 Mei 2012

fuck

kalau bisa aku berteriak, maka satu kalimat yang mau aku ucapkan " fuck you gals" ..
kebencian membLudak, membara, berapi-api ..
perasaan ingin membunuh, mencekam, dan membakar-bakar orang yang berani membuat aku menderita ..
derita setinggi hampanya gunung himalaya ..
perih mengiris hatiku ..
tertusuk tak lagi terhunus pedang, sudah bagai tertancap samurai ..
sakitnya tak terkira ..
tercabik-cabik bahkan terkoyak tak bersisa ..
hanya bisa merutuk dalam hati betapa nistanya dia yang sudah meludahi hatiku ..
kejam tak berperasaan ..
hanya satu kata yang masih tertanam dan mungkin tidak akan mudah dilupakan ..
sahabat ..
dan satu kalimat yang kupertahankan "sahabat itu selamanya" ..

Rabu, 18 April 2012

SDA DAN PEMBAGIAN MACAM/JENISNYA


Pengertian Sumber Daya Alam dan Pembagian Macam/Jenisnya
Sumber daya alam adalah sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan hidup manusia agar hidup lebih sejahtera yang ada di sekitar alam lingkungan hidup kita. semua kekayaan bumi, baik biotik maupun abiotik yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia dan kesejahteraan manusia. Sumber daya alam bisa terdapat di mana saja seperti di dalam tanah, air, permukaan tanah, udara, dan lain sebagainya. Contoh dasar sumber daya alam seperti barang tambang, sinar matahari, tumbuhan, hewan dan banyak lagi lainnya.



A. Sumber daya alam berdasarkan jenis :
- sumber daya alam hayati / biotik
adalah sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup.
contoh : tumbuhan, hewan, mikro organisme, dan lain-lain
- sumber daya alam non hayati / abiotik
adalah sumber daya alam yang berasal dari benda mati.
contoh : bahan tambang, air, udara, batuan, dan lain-lain



B. Sumber daya alam berdasarkan sifat pembaharuan :
- sumber daya alam yang dapat diperbaharui / renewable
yaitu sumber daya alam yang dapat digunakan berulang-ulang kali dan dapat dilestarikan.
contoh : air, tumbuh-tumbuhan, hewan, hasil hutan, dan lain-lain
- sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui / non renewable
ialah sumber daya alam yang tidak dapat di daur ulang atau bersifat hanya dapat digunakan sekali saja atau tidak dapat dilestarikan serta dapat punah.
contoh : minyak bumi, batubara, timah, gas alam.
- Sumber daya alam yang tidak terbatas jumlahnya / unlimited
contoh : sinar matahari, arus air laut, udara, dan lain lain.



C. Sumber daya alam berdasarkan kegunaan atau penggunaannya
- sumber daya alam penghasil bahan baku
adalah sumber daya alam yang dapat digunakan untuk menghasilkan benda atau barang lain sehingga nilai gunanya akan menjadi lebih tinggi.
contoh : hasil hutan, barang tambang, hasil pertanian, dan lain-lain
- sumber daya alam penghasil energi
adalah sumber daya alam yang dapat menghasilkan atau memproduksi energi demi kepentingan umat manusia di muka bumi.
misalnya : ombak, panas bumi, arus air sungai, sinar matahari, minyak bumi, gas bumi, dan lain sebagainya.

kebutuhan hidup manusia berdasarkan urutan kepentingan.
Berdasarkan urutan kepentingan, kebutuhan hidup manusia, dibagi menjadi dua yaitu.
1. Kebutuhan Dasar

Kebutuhan ini bersifat mutlak diperlukan untuk hidup sehat dan aman. Yang termasuk kebutuhan ini adalah sandang, pangan, papan, dan udara bersih.
2. Kebutuhan sekunder
Kebutuhan ini merupakan segala sesuatu yang diperlukan untuk lebih menikmati hidup, yaitu rekreasi, transportasi, pendidikan, dan hiburan.


Mutu lingkungan
Pandangan orang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya memang berbeda-beda karena antara lain dipengaruhi oleh faktor ekonomi, pertimbangan kebutuhan, sosial budaya, dan waktu.
Semakin tinggi tingkat pemenuhan kebutuhan untuk kelangsungan hidup, maka semakin baik pula mutu hidup. Derajat pemenuhan kebutuhan dasar manusia dalam kondisi lingkungan disebut mutu lingkungan.
Daya dukung lingkungan
Ketersediaan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan dasar, dan tersedianya cukup ruang untuk hidup pada tingkat kestabilan sosial tertentu disebut daya dukung lingkungan. Singkatnya, daya dukung lingkungan ialah kemampuan lingkungan untuk mendukung perikehidupan semua makhluk hidup.
Penyebaran sumber daya alam di bumi ini tidaklah merata letaknya. misalnya ada bagian bagian bumi yang sangat kaya akan mineral, ada pula yang tidak. Ada yang baik untuk pertanian ada pula yang tidak. Oleh karena itu, agar pemanfaatannya dapat berkesinambungan, maka tindakan eksploitasi sumber daya alam harus disertai dengan tindakan perlindungan. Pemeliharaan dan pengembangan lingkungan hidup harus dilakukan dengan cara yang rasional antara lain sebagai berikut :
1. Memanfaatkan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dengan hati-hati dan efisien, misalnya: air, tanah, dan udara.
2. Menggunakan bahan pengganti, misalnya hasil metalurgi (campuran).
3. Mengembangkan metoda menambang dan memproses yang efisien, serta pendaurulangan (recycling).
4. Melaksanakan etika lingkungan berdasarkan falsafah hidup secara damai dengan alam.
Macam-macam sumber Daya Alam
Sumber daya alam dapat dibedakan berdasarkan sifat, potensi, dan jenisnya.
a. Berdasarkan sifat

Menurut sifatnya, sumber daya alam dapat dibagi 3, yaitu sebagai berikut :
1. Sumber daya alam yang terbarukan (renewable), misalnya: hewan, tumbuhan, mikroba, air, dan tanah. Disebut ter barukan karena dapat melakukan reproduksi dan memiliki daya regenerasi (pulih kembali).
2. Sumber daya alam yang tidak terbarukan (nonrenewable), misalnya: minyak tanah, gas bumf, batu tiara, dan bahan tambang lainnya.
3. Sumber daya alam yang tidak habis, misalnya, udara, matahari, energi pasang surut, dan energi laut.
b. Berdasarkan potensi
Menurut potensi penggunaannya, sumber daya alam dibagi beberapa macam, antara lain sebagai berikut.
1. Sumber daya alam materi; merupakan sumber daya alam yang dimanfaatkan dalam bentuk fisiknya. Misalnya, batu, besi, emas, kayu, serat kapas, rosela, dan sebagainya.
2. Sumber daya alam energi; merupakan sumber daya alam yang dimanfaatkan energinya. Misalnya batu bara, minyak bumi, gas bumi, air terjun, sinar matahari, energi pasang surut laut, kincir angin, dan lain-lain.
3. Sumber daya alam ruang; merupakan sumber daya alam yang berupa ruang atau tempat hidup, misalnya area tanah (daratan) dan angkasa.
c. Berdasarkan jenis
Menurut jenisnya, sumber daya alam dibagi dua sebagai berikut :
1. Sumber daya alam nonhayati (abiotik); disebut juga sumber daya alam fisik, yaitu sumber daya alam yang berupa benda-benda mati. Misalnya : bahan tambang, tanah, air, dan kincir angin.
2. Sumber daya alam hayati (biotik); merupakan sumber daya alam yang berupa makhluk hidup. Misalnya: hewan, tumbuhan, mikroba, dan manusia.
Uraian di sini hanya akan ditekankan pada sumber daya alam hayati, termasuk di dalamnya sumber daya manusia (SDM).
Sumber Daya Tumbuhan
Berbicara tentang sumber daya alam tumbuhan kita tidak dapat menyebutkan jenis tumbuhannya, melainkan kegunaannya. Misalnya berguna untuk pangan, sandang, pagan, dan rekreasi. Akan tetapi untuk bunga-bunga tertentu, seperti melati, anggrek bulan, dan Rafflesia arnoldi merupakan pengecualian karena ketiga tanaman bunga tersebut sejak tanggal 9 Januari 1993 telah ditetapkan dalam Keppres No. 4 tahun 1993 sebagai bunga nasional dengan masing-masing gelar sebagai berikut.
1. Melati sebagai bunga bangsa.
2. Anggrek bulan sebagai bunga pesona.
3. Raffiesia arnoldi sebagai bunga langka.
Tumbuhan memiliki kemampuan untuk menghasilkan oksigen dan tepung melalui proses fotosintesis. Oleh karena itu, tumbuhan merupakan produsen atau penyusun dasar rantai makanan.
Eksploitasi tumbuhan yang berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan dan kepunahan, dan hal ini akan berkaitan dengan rusaknya rantai makanan.
Kerusakan yang terjadi karena punahnya salah satu faktor dari rantai makanan akan berakibat punahnya konsumen tingkat di atasnya. Jika suatu spesies organisme punah, maka spesies itu tidak pernah akan muncul lagi. Dipandang dari segi ilmu pengetahuan, hal itu merupakan suatu ke rugian besar.
Selain telah adanya sumber daya tumbuhan yang punah, beberapa jenis tumbuhan langka terancam pula oleh kepunahan, misalnya Rafflesia arnoldi (di Indonesia) dan pohon raksasa kayu merah (Giant Redwood di Amerika). Dalam mengeksploitasi sumber daya tumbuhan, khususnya hutan, perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut.
  • Tidak melakukan penebangan pohon di hutan dengan semena-mena (tebang habis).
  • Penebangan kayu di hutan dilaksanakan dengan terencana dengan sistem tebang pilih (penebangan selektif). Artinya, pohon yang ditebang adalah pohon yang sudah tua dengan ukuran tertentu yang telah ditentukan.
  • Cara penebangannya pun harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga tidak merusak pohon-pohon muda di sekitarnya.
  • Melakukan reboisasi (reforestasi), yaitu menghutankan kembali hutan
  • yang sudah terlanjur rusak.
  • Melaksanakan aforestasi, yaitu menghutankan daerah yang bukan hutan untuk mengganti daerah hutan yang digunakan untuk keperluan lain.
  • Mencegah kebakaran hutan. Kerusakan hutan yang paling besar dan sangat merugikan adalah kebakaran hutan. Diperlukan waktu yang lama untuk mengembalikannya menjadi hutan kembali.
Hal-hal yang sering menjadi penyebab kebakaran hutan antara lain sebagai berikut :
a. Musim kemarau yang sangat panjang.
b. Meninggalkan bekas api unggun yang membara di hutan.
c. Pembuatan arang di hutan.
d. Membuang puntung rokok sembarangan di hutan.
Untuk mengatasi kebakaran hutan diperlukan hal-hal berikut ini.
a. Menara pengamat yang tinggi dan alat telekomunikasi.
b. Patroli hutan untuk mengantisipasi kemungkinan kebakaran.
c. Sistem transportasi mobil pemadam kebakaran yang siap digunakan.
Pemadaman kebakaran hutan dapat dilakukan dengan dua cara seperti berikut ini :
a. Secara langsung dilakukan pada api kecil dengan penyemprotan air.
b. Secara tidak langsung pada api yang telah terlanjur besar, yaitu melokalisasi api dengan membakar daerah sekitar kebakaran, dan mengarahkan api ke pusat pembakaran. Biasanya dimulai dari daerah yang menghambat jalannya api, seperti: sungai, danau, jalan, dan puncak bukit.
Pengelolaan hutan seperti di atas sangat penting demi pengawetan maupun pelestariannya karena banyaknya fungsi hutan seperti berikut ini :
  • Mencegah erosi; dengan adanya hutan, air hujan tidak langsung jatuh ke permukaan tanah, dan dapat diserap oleh akar tanaman.
  • Sumber ekonomi; melalui penyediaan kayu, getah, bunga, hewan, dan sebagainya.
  • Sumber plasma nutfah; keanekaragaman hewan dan tumbuhan di hutan memungkinkan diperolehnya keanekaragaman gen.
  • Menjaga keseimbangan air di musim hujan dan musim kemarau. Dengan terbentuknya humus di hutan, tanah menjadi gembur. Tanah yang gembur mampu menahan air hujan sehingga meresap ke dalam tanah, resapan air akan ditahan oleh akar-akar pohon. Dengan demikian, di musim hujan air tidak berlebihan, sedangkan di musim kemarau, danau, sungai, sumur dan sebagainya tidak kekurangan air.
Sumber Daya Hewan
Seperti pada ketiga macam bunga nasional, sejak tanggal 9-1-1995, ditetapkan pula tiga satwa nasional sebagai berikut :
1. Komodo (Varanus komodoensis) sebagai satwa nasional darat.
2. Ikan Solera merah sebagai satwa nasional air.
3. Elang jawa sebagai satwa nasional udara.
Selain ketiga satwa nasional di atas, masih banyak satwa Indonesia yang langka dan hampir punah. Misalnya Cendrawasih, Maleo, dan badak bercula satu.
Untuk mencegah kepunahan satwa langka, diusahakan pelestarian secara in situ dan ex situ. Pelestarian in situ adalah pelestarian yang dilakukan di habitat asalnya, sedangkan pelestarian ex situ adalah pelestarian satwa langka dengan memindahkan satwa langka dari habitatnya ke tempat lain.
Sumber daya alam hewan dapat berupa hewan liar maupun hewan yang sudah dibudidayakan. Termasuk sumber daya alam satwa liar adalah penghuni hutan, penghuni padang rumput, penghuni padang ilalang, penghuni steppa, dan penghuni savana. Misalnya badak, harimau, gajah, kera, ular, babi hutan, bermacam-macam burung, serangga, dan lainnya

Termasuk sumber daya alam hewan piaraan antara lain adalah lembu, kuda, domba, kelinci, anjing, kucing, bermacam- macam unggas, ikan hias, ikan lele dumbo, ikan lele lokal, kerang, dan siput.
Terhadap hewan peliharaan itulah sifat terbarukan dikembangkan dengan baik. Selain memungut hasil dari peternakan dan perikanan, manusia jugs melakukan persilangan untuk mencari bibit unggul guns menambah keanekaragaman ternak.
Dipandang dari peranannya, hewan dapat digolongkan sebagai berikut :
a. Sumber pangan, antara lain sapi, kerbau, ayam, itik, lele, dan mujaer.
b. Sumber sandang, antara lain bulu domba dan ulat sutera.
c. Sumber obat-obatan, antara lain ular kobra dan lebah madu.
d. Piaraan, antara lain kucing, burung, dan ikan hiss.
Untuk menjaga kelestarian satwa Langka, maka penangkapan hewan-hewan dan juga perburuan haruslah mentaati peraturan tertentu seperti berikut ini :
  • Para pemburu harus mempunyai lisensi (surat izin berburu).
  • Senjata untuk berburu harus tertentu macamnya.
  • Membayar pajak dan mematuhi undang-undang perburuan.
  • Harus menyerahkan sebagian tubuh yang diburunya kepada petugas sebagai tropy, misalnya tanduknya.
  • Tidak boleh berburu hewan-hewan langka.
  • Ada hewan yang boleh ditangkap hanya pada bulan-bulan tertentu saja. Misalnya, ikan salmon pada musim berbiak di sungai tidak boleh ditangkap, atau kura-kura pads musim akan bertelur.
  • Harus melakukan konvensi dengan baik. Konvensi ialah aturan-aturan yang tidak tertulis tetapi harus sudah diketahui oleh si pemburu dengan sendirinya. Misalnya, tidak boleh menembak hewan buruan yang sedang bunting, dan tidak boleh membiarkan hewan buas buruannya lepas dalam keadaan terluka.
Akan tetapi, seringkali peraturan-peraturan tersebut tidak ditaati bahkan ada yang diam-diam memburu satwa langka untuk dijadikan bahan komoditi yang berharga. Satwa yang sering diburu untuk diambil kulitnya antara lain macan, beruang, dan ular, sedangkan gajah diambil gadingnya.
Sumber Daya Mikroba
Di samping sumber daya alam hewan dan tumbuhan terdapat sumber daya alam hayati yang bersifat mikroskopis, yaitu mikroba. Selain berperan sebagai dekomposer (pengurai) di dalam ekosistem, mikroba sangat penting artinya dalam beberapa hal seperti berikut ini :
a. sebagai bahan pangan atau mengubah bahan pangan menjadi bentuk lain, seperti tape, sake, tempe, dan oncom
b. penghasil obat-obatan (antibiotik), misalnya, penisilin
c. membantu penyelesaian masalah pencemaran, misalnya pembuatan biogas dan daur ulang sampah
d. membantu membasmi hama tanaman, misalnya Bacillus thuringiensis
e. untuk rekayasa genetika, misalnya, pencangkokan gen virus dengan gen sel hewan untuk menghasilkan interferon yang dapat melawan penyakit karena virus.
Rekayasa genetika dimulai Tahun 1970 oleh Dr. Paul Berg. Rekayasa genetika adalah penganekaragaman genetik dengan memanfaatkan fungsi materi genetik dari suatu organisme. Cara-cara rekayasa genetika tersebut antara lain: kultur jaringan, mutasi buatan, persilangan, dan pencangkokan gen. Rekayasa genetika dapat dimanfaatkan untuk tujuan berikut ini :
1. mendapatkan produk pertanian baru, seperti “pomato”, merupakan persilangan dari potato (kentang) dan tomato (tomat)
2. mendapatkan temak yang berkadar protein lebih tinggi
3. mendapatkan temak atau tanaman yang tahan hama
4. mendapatkan tanaman yang mampu menghasilkan insektisida sendiri.
Akhir-akhir ini tampak bahwa penggunaan sumber daya alam cenderung naik terus, karena:
a. pertambahan penduduk yang cepat
b. perkembangan peradaban manusia yang didukung oleh kemajuan sains dan teknologi.
Oleh karena itu, agar sumber daya alam dapat bermanfaat dalam waktu yang panjang maka hal-hal berikut sangat perlu dilaksanakan.
1. Sumber daya alam harus dikelola untuk mendapatkan manfaat yang maksimal, tetapi pengelolaan sumber daya alam harus diusahakan agar produktivitasnya tetap berkelanjutan.
2. Eksploitasinya harus di bawah batas daya regenerasi atau asimilasi sumber daya alam.
3. Diperlukan kebijaksanaan dalam pemanfaatan sumber daya alam yang
ada agar dapat lestari dan berkelanjutan dengan menanamkan pengertian sikap serasi dengan lingkungannya.
4. Di dalam pengelolaan sumber daya alam hayati perlu adanya pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut :
  • Teknologi yang dipakai tidak sampai merusak kemampuan sumber daya untuk pembaruannya.
  • Sebagian hasil panen harus digunakan untuk menjamin pertumbuhan sumber daya alam hayati.
  • Dampak negatif pengelolaannya harus ikut dikelola, misalnya dengan daur ulang.
Pengelolaannya harus secara serentak disertai proses pembaruannya.